Pangeran
muda
Ini hari pertama aku di
kelas dua, hari pertama aku akan jumpa adik-adik baru tentunya. Sayangnya aku
bukan anggota OSIS seperti kedua temanku, Dewi dan Sella. Walaupun aku iri,
tapi ya sudahlah, mungkin ini sudah takdirku di tolak waktu seleksi di kelas
satu. Seandainya waktu itu aku lebih fokus ke ujian TPA dan interview, mungkin
sekarang aku sudah menjadi anggota OSIS sekaligus jadi kakak MOS. Hahaha.
Benar-benar berharap. Huh!
Menyebalkan! Ngapain coba sekolah hari ini, toh juga para guru masih sibuk dengan adik kelas satu dan kedua temanku sibuk menjadi kakak MOS. Nah aku? Cuma melongo lihatin cowok berondong. Ah! Semua ini membuat aku sedih, cemburu, iri, marah. Campur deh! Dari tadi aku mutar-mutar mengitari ruangan kelas satu. Tapi tidak ada satupun yang membuat aku terhenti untuk duduk diam dari perjalanan yang bikin semak anak kelas tiga. Hahaha. Menyemak!
Aku sedikit bahagia karena salah satu temanku mengajakku ke kantin. Lagian juga pas, perutku lagi keroncongan mau minta di isi. Paling enggak melepas rasa lapar saja. Aku mulai menjalani permintaan perutku dan akhirnya terisi deh perut yang kosong ini dengan sepiring mie goreng kesukaanku. Benar-benar delicious!
Wow! Amazing! Ada cowok ganteng berpakaian SMP yang membuat pandangan mataku terhenti dan tertuju padanya. Pria yang tampan. Wah! Cowok ini tubuhnya tinggi, rambutnya ikal, dan pakaianya cukup pantas di bilang rapi. Siapa ya nama cowok ini? Dimana dia menjalani MOS? Pertanyaan yang bertubi-tubi mengitari logikaku. Cowok ini membawa segelas teh hangat. Aduh gawat! Dia menghampiriku dan temanku. Tapi dia tidak menoleh padaku. Huhuhu.
“Permisi kak, saya mau duduk,” kata cowok itu pada temanku.
“Eh, kasih lah adik tu duduk, geser kesini sedikit,” kataku pada temanku.
Sayangnya cowok itu malah pergi mencari bangku lain, dia duduk agak jauh dariku. Aku terus memandanginya dan selalu berharap dia melihatku. Cowok ini membuat aku terkesan dan membuat perasaanku tak menentu.
Bel masuk kelas satu pun berbunyi. Itu tandanya dia akan pergi dari pandanganku. Aku langsung bergegas membaca badge namanya. Dan berhasil, aku menemukan namanya. Namanya Onny Bima Prakasa. Nama yang bagus. Pokoknya nanti malam aku harus mencari tahu siapa cowok yang sudah membuat hatiku tak menentu seperti ini. Yeah!
Menyebalkan! Ngapain coba sekolah hari ini, toh juga para guru masih sibuk dengan adik kelas satu dan kedua temanku sibuk menjadi kakak MOS. Nah aku? Cuma melongo lihatin cowok berondong. Ah! Semua ini membuat aku sedih, cemburu, iri, marah. Campur deh! Dari tadi aku mutar-mutar mengitari ruangan kelas satu. Tapi tidak ada satupun yang membuat aku terhenti untuk duduk diam dari perjalanan yang bikin semak anak kelas tiga. Hahaha. Menyemak!
Aku sedikit bahagia karena salah satu temanku mengajakku ke kantin. Lagian juga pas, perutku lagi keroncongan mau minta di isi. Paling enggak melepas rasa lapar saja. Aku mulai menjalani permintaan perutku dan akhirnya terisi deh perut yang kosong ini dengan sepiring mie goreng kesukaanku. Benar-benar delicious!
Wow! Amazing! Ada cowok ganteng berpakaian SMP yang membuat pandangan mataku terhenti dan tertuju padanya. Pria yang tampan. Wah! Cowok ini tubuhnya tinggi, rambutnya ikal, dan pakaianya cukup pantas di bilang rapi. Siapa ya nama cowok ini? Dimana dia menjalani MOS? Pertanyaan yang bertubi-tubi mengitari logikaku. Cowok ini membawa segelas teh hangat. Aduh gawat! Dia menghampiriku dan temanku. Tapi dia tidak menoleh padaku. Huhuhu.
“Permisi kak, saya mau duduk,” kata cowok itu pada temanku.
“Eh, kasih lah adik tu duduk, geser kesini sedikit,” kataku pada temanku.
Sayangnya cowok itu malah pergi mencari bangku lain, dia duduk agak jauh dariku. Aku terus memandanginya dan selalu berharap dia melihatku. Cowok ini membuat aku terkesan dan membuat perasaanku tak menentu.
Bel masuk kelas satu pun berbunyi. Itu tandanya dia akan pergi dari pandanganku. Aku langsung bergegas membaca badge namanya. Dan berhasil, aku menemukan namanya. Namanya Onny Bima Prakasa. Nama yang bagus. Pokoknya nanti malam aku harus mencari tahu siapa cowok yang sudah membuat hatiku tak menentu seperti ini. Yeah!
***
Hore, aku mendapatkan nama facebooknya. Syukur saja cowok tadi memakai nama profilnya dengan nama lengkapnya sendiri. Senangnya hatiku. Aku langsung meng-klik add as friend di profilnya dan surprise….. cowok itu langsung meng-confirm. Nekat saja deh memulai percakapan lewat obrolan/chat/pesan. Dan lebih-lebih senangnya lagi cowok ini ramah, baik hati juga dan famous kayaknya. Soalnya banyak teman di sekolah yang baru saja di confirm sama dia. Iya kan? J
Dan tidak lama kemudian, aku membaca statusnya yang intinya dia tak akan sms lebih dulu sebelum orang lain yang memulai percakapan itu. Tanpa ragu aku langsung mengetik nomor ponselnya dan memulai percakapan dengannya. Senangnya hatiku. Benar-benar berbunga-bunga. Hehehe. Aku buka satu per satu album fotonya. Nice, manis sekali cowok ini. Ada yang memakai baju paskibra, dan lain-lain. Tapi yang pastinya wajah aslinya jauh lebih tampan dibanding fotonya.
Aku benar-benar tidak percaya, sebab rumah Onny tidak begitu jauh dariku. Lantas mengapa selama ini aku tak pernah melihatnya. Apakah Tuhan punya rencana lain untukku? Entahlah, mungkin pertemuan ini lebih baik. Tiba-tiba dia mengajakku bertemu. Oh Tuhan bagaimana ini? Bagaimana kalau besok pipiku memerah seperti tomat. Gawat! Tanpa berfikir panjang aku langsung menerima permintaannya. Semoga saja dia tidak terkejut melihatku dan semoga dia tidak hanya ramah di dunia maya, tetapi ramah di dunia nyata. Amin.
Hore, aku mendapatkan nama facebooknya. Syukur saja cowok tadi memakai nama profilnya dengan nama lengkapnya sendiri. Senangnya hatiku. Aku langsung meng-klik add as friend di profilnya dan surprise….. cowok itu langsung meng-confirm. Nekat saja deh memulai percakapan lewat obrolan/chat/pesan. Dan lebih-lebih senangnya lagi cowok ini ramah, baik hati juga dan famous kayaknya. Soalnya banyak teman di sekolah yang baru saja di confirm sama dia. Iya kan? J
Dan tidak lama kemudian, aku membaca statusnya yang intinya dia tak akan sms lebih dulu sebelum orang lain yang memulai percakapan itu. Tanpa ragu aku langsung mengetik nomor ponselnya dan memulai percakapan dengannya. Senangnya hatiku. Benar-benar berbunga-bunga. Hehehe. Aku buka satu per satu album fotonya. Nice, manis sekali cowok ini. Ada yang memakai baju paskibra, dan lain-lain. Tapi yang pastinya wajah aslinya jauh lebih tampan dibanding fotonya.
Aku benar-benar tidak percaya, sebab rumah Onny tidak begitu jauh dariku. Lantas mengapa selama ini aku tak pernah melihatnya. Apakah Tuhan punya rencana lain untukku? Entahlah, mungkin pertemuan ini lebih baik. Tiba-tiba dia mengajakku bertemu. Oh Tuhan bagaimana ini? Bagaimana kalau besok pipiku memerah seperti tomat. Gawat! Tanpa berfikir panjang aku langsung menerima permintaannya. Semoga saja dia tidak terkejut melihatku dan semoga dia tidak hanya ramah di dunia maya, tetapi ramah di dunia nyata. Amin.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar