Jumat, 12 September 2014

MASIH DENGANMU



MASIH DENGANMU

PART 1

Ya inilah aku dengan segala kekuranganku. Namaku Kirana, aku sering di panggil dengan sebutan Ana. Aku mempunyai mimpi akan bersanding di pelaminan dengan orang yang ku cintai, Fahryan. Fahryan adalah teman sekolahku dulu, pernah menjalin cinta denganku namun kandas di tengah jalan. Aku juga mempunyai mimpi menjadi seorang dokter gigi seperti saat aku bersama Fahryan.  Sungguh mimpiku ada dalam lembaran-lembaran cinta Fahryan.

Tapi mimpiku yang kedua takkan bisa jadi nyata, aku bukanlah seorang yang cerdas pemikirannya. Gigiku juga tak begitu bagus. Aku kalah tes dari sekian ribu calon dokter gigi. Tapi taka pa mungkin Tuhan punya rencana lain untuk masa depanku. Dan satu mimpiku lagi yang entah apa kabarnya, bersanding di pelaminan dengan Fahryan. 

Kadang aku berfikir kapan aku berjumpa Fahryan lagi. Aku tak tahu keberadaannya setelah dua tahun belakangan ini. Fahryan benar-benar pergi jauh dariku ketika tahu bahwa aku masih mencintainya. Satu kata yang ku ingat dari bibir Fahryan “Cinta tidak bisa di paksa, coba cintailah orang yang mencintaimu”. Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Sungguh aku sangat mencintaimu, Fahryan.

Saat ini aku menjabat sebagai manajer perhotelan di salah satu hotel ternama di kotaku. Sejak aku gagal menjadi seorang dokter gigi, aku beralih jurusan perhotelan. Aku tidak menyesal dengan apa yang terjadi padaku, karena ku tahu semua ini adalah kehendak Tuhan. Aku hanya bisa menjalaninya dan berharap semua kan indah pada waktunya.

Siang ini sangat terik, hampir membakar seluruh kulit kuning langsatku. Di kejauhan aku melihat seorang wanita sebaya denganku sedang terburu-buru dan sepertinya hendak mengarah ke hadapanku.  Aku semakin bingung siapa wanita bertubuh tinggi dan langsing itu, sepertinya aku pernah mengenalnya.  Dengan nafas yang terengah-engah dia langsung memelukku tanpa melihat raut wajahku yang kebingungan. 

“Ana, Ana kan? Ana aku kangen banget sama kamu?” Sapanya terburu-buru.

“Emmmmm…” Aku pun mulai mengingatnya pelan-pelan.

“Ana ini aku, Arifka.. Ifka loh Ana, teman SMP masa gak ingat?” sahutnya semakin heboh.

“Ya ampun Ifka yang dulunya gemuk terus pendek itu ya? Hahaha” 

“Tega banget sih Na, itukan dulu beda dong sama yang sekarang” sambung Ana sambil memperlihatkan modelingnya.

“Hahaha, iya iya deh. Pangling loh aku. Makin cantik aja sekarang ya semenjak jadi pramugari” ejekku.

“Apaan sih An, biasa aja deh”

“Ohya, ngomong-ngomong Ifka ngapain kemari?”

“Aku ada interview kerja nih”

“Loh kok interview? Bukannya pramugari?”

“Aduh An, maaf banget aku lupa bilangnya. Aku udah nika An”

“Nikah? Kapan?” aku mulai penasaran.

“Setahun yang lalu. Maaf ya gak sempat ngundang, soalnya aku menikah di Negara Perancis. Tapi suamiku orang Indonesia. Dia ditugaskan disana waktu itu. Jadi sekarang dia udah pindah tugas, kamu tahulah pramugari kalau sudah menikah kan gak bisa jadi pramugari lagi”

“Ya terus suami mu mapan kan, kok malah Ifka kerja lagi?”

“Aduh Kirana ku sayang, aku tuh gak bisa diem aja jadi ibu rumah tangga. Kamu taulah aku hobi travelling. Lagian suami ngizini aku kerja kok, jadi aku ngelamar deh. Lagian aku juga gak lupa buat masakin makanan buat dia. Sisa kerjaan sama pembantu aja.”

“Iya deh iya”

“Oh ya, Ana sudah menikah belum? Oh ya An si mantanmu itu Fahryan mau nikah loh minggu depan? Calonnya itu cantik banget kayak aku, hehehe” sambung Arifka.

“Fahryan? Nikah? Minggu depan?”

Aku sontak kaget mendengar pernyataan Arifka terhadapku. Fahryan, pria yang ku tunggu selama lebih 4 tahun kini akan menikah. Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan. Apa yang akan ku katakan di hadapan Arifka. Bantu aku Tuhan, bantu aku. Aku ingin berteriak. Tidak mungkin Bidadaraku menikah dengan orang lain. Bukan aku. Lalu impianku? Haruskah kandas. Tolong aku Tuhan, tegarkan aku,
“Hello Ana” 

“E….ehhh iya iya. Aku…… aku belum nikah kok. Belum ada yang cocok. Masalah Fahryan mau nikah selamat deh aku seneng dengernya. 

“Bagus deh, oh ya nih undangannya. Kita ntar pergi bareng ya, soalnya suami masih sibuk katanya”

“E….ehhhh…. Gimana ya kayaknya aku sibuk banget banyak kerjaan”

“Kamu tuh kan manajer, masa izin sebentar gak bisa. Sekali seumur hidup loh Fahryan nikah. Masa kamu gak mau menyaksikan pernikahannya. Manatau ntar disana kamu ketemu jodoh An.

“Iya ya deh ntar aku fikirin lagi, oh iya masuk yuk panas”

***
            ^_^ MAU TAHU KISAH SELANJUTNYA? DI TUNGGU AJA YA GUYS…….. ^_^

Rabu, 25 Juni 2014

SHALAT HAJAT


Shalat Hajat adalah shalat sunah yang dilakukan karena ada suatu hajat, agar hajat dikabulkan Allah SWT, Banyak cara yang dilakukan diantaranya adalah berdoa dan shalat. Shalat Hajat merupakan cara yang lebih spesifik untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan segala hajat, karena arti shalat secara bahasa adalah doa.
Firman Allah:"Dan mintalah pertolonganlah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat " ( Al Baqarah : 45 ).


Sabda Nabi saw: "Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad ).


Shalat sunnat Hajat ini dilakukan sedikitnya 2 rakaat atau lebih dengan 1 salam setiap 2 rakaatnya, mengenai waktunya boleh dikerjakan pada siang atau malam hari, namun yang lebih utama bila dikerjakan pada sepertiga malam atau malam hari atau setelah melakukan sholat wajib dan sholat tahajud.


Cara melakukan sholat Hajat :

1.  Niat sholat Hajat :
                             “Ushallii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala”

     Artinya : “Aku niat sholat sunah hajat dua rakaat karena Allah ta’ala”


     2. Takbiratul Ihram (Allahu akbar), lalu membaca doa Iftitah, dilanjutkan dengan surat Al Fatihah kemudian membaca salah satu surat di dalam Al Quran, namun lebih baik membaca Ayat kursi pada atau sabbihisma pada rakaat pertama. Al-Ikhlas pada rakaat kedua. 


3. Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali

      4. I’tidal sambil membaca bacaannya

      5.   Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali

     6. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya

      7. Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.

      8.  Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir. Setelah selesai maka membaca salam. Jika dilaksanakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyahhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.  

           9. Setelah salam, lalu duduk dengan khusyu’ sambil membaca istighfar 100 kali.

    10. Selesai membaca istighfar dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali.


1  11. Setelah itu sampaikanlah segala hajat kita pada Allah.

      12. Kemudian baca doa ini :



ARTINYA: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhan Pemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu dan sesuatu yang mendatangkan keampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa, memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


                                    Shalat hajat ini hendaknya dilakukan sampai tujuh malam sehingga dengan demikian Insya Allah akan dikabulkan hajat kita oleh Allah SWT. Amin yaa rabbal alamin.





Rabu, 01 Januari 2014

AKHIRNYA AKU KHATAM AL-QUR’AN




        Namaku Ara. Aku adalah anak bungsu. Aku gadis yang sangat mudah bosan untuk mengerjakan hal apapun. Hal inilah yang membuat aku tidak begitu pandai mengaji seperti teman-temanku yang lain. Teman-temanku adalah teman yang rajin dirumah, tidak seperti aku yang terkadang saja rajinnya. Kadang aku melihat sisi luar mereka saat disekolah beberapa gadis sangat centil. Tetapi setelah mengenal mereka lebih, mereka sangat rajin dirumah, tidak pernah melawan orangtua kecuali apabila mereka benar. Mereka rajin sebagai gadis remaja dan mereka sudah khatam al-qur’an sejak kecil. Hal itulah yang membuatku termotivasi. Orang lain lihat aku anak baik-baik, tapi disisi lain aku rasa aku tidak baik-baik karena satu hal yaitu aku belum khatam al-qur’an di umurku yang menginjak remaja seperti ini.
          Pernah aku mempunyai pacar (biasalah ketularan anak ABG) yang katanya pintar baca al-qur’an (belum pernah dengar dia baca al-qur’an sih) menginginkanku untuk belajar mengaji bersamanya (baik sekali ya), tapi waktu itu aku malu diajari sama pacar (takut ketauan begonya
J ) jadi aku berusaha sendiri.
Aku malu, sangat malu bila teman-temanku tahu aku belum khatam al-qur’an sekalipun. Hingga suatu hari aku menemukan sosok teman yang baik, guru ngaji pula buat anak-anak. Aku senang mengenalnya. Sejak saat itu aku berani mengatakan aku belum pernah khatam al-qur’an. Aku ikut rohis di sekolah, tapi aku paling malas apabila disuruh baca al-qur’an jadi pelan-pelan saja bacanya, terus aku paling senang datang terlambat supaya tidak disuruh baca al-qur’an (1000 alasan J).
Diumurku yang ke enambelas, aku mulai ingin tahu bagaimana itu khatam, kepada teman kepercayaanku aku bertanya, tetapi tidak jauh dari kata buat pulut kuning setelah selipannya. Hal itu juga yang membuatku ingin seperti itu. Berkali-kali aku bertanya pada ibuku pernakah nenek melakukan hal itu. Jawabannya pasti ‘Ya pernah’ . Aku pun mulai meminta itu dilakukan juga padaku, tapi dengan syarat aku harus tamat sampai juz 30 (sampai surah an-nas). Mungkin bagi orang lain itu hal yang mudah. Tapi bagiku ini hal yang sulit karena aku orang yang mudah bosan.
Aku mulai belajar tajwid dengan salah seorang pemuda rekan kerja ibuku. Disana aku mulai tahu kesalahanku dalam membaca al-qur’an selama ini. Ibuku pernah mengajariku sewaktu kecil, hanya saja aku mudah bosan sehingga ibuku pun jadi berhenti mengajariku. Seperti biasa aku orang yang pembosan membuat aku sering mengeluh dalam hatiku karena selalu mengulang-ulang lagi pembacaan ayat-ayatnya. Hal yang sulit bagiku harus menyisakan waktu istirahatku sepulang sekolah untuk belajar tajwid. Bukan hal yang mudah bagiku. Sering sekali aku membuat beribu alasan untuk libur mengaji. Karena fisikku yang mudah lelah yang harus membagi waktu untuk sekolah, les dan belajar tajwid.
Aku orang yang emosian dalam hal apapun hingga terkadang aku tak mengingat apa yang di ajarkan pemuda itu padaku. Tapi sekarang aku percaya akan pepatah ini “Ala bisa karena biasa”. Walaupun sekarang aku berhenti mengaji, tapi setidaknya ada banyak tajwid yang biasa ku ingat walaupun belum sempurna.
Di awal bulan Desember, aku menemukan jawaban dari pertanyaan biasa namun membuatku sangat penasaran yaitu bagaimana cara khatam, apa khatam itu dan wajibkah ketika khatam membuat pulut kuning? Aku mendapatkannya dari kakak yang mengajarkanku mentoring. Dia berkata “Khatam itu ketika kita sudah menamatkan 30 juz dan membaca doa khatam, doa khatam ada di lembaran terakhir setelah surah an-nas. Membuat pulut kuning itu tidak wajib. Itu hanya ritual saja. Jadi harus sering-sering khatam”. Lalu aku bertanya lagi “Mengapa ada beberapa teman-temanku yang berkata bahwa dia pernah sekali atau dua kali khatam sewaktu kecil, lalu apa berarti dia tak membaca al-qur’an lagi stelah itu?” Aku mendapat jawaban lagi “Pernah kakak ditanya: berapa kali kamu khatam? Kakak menjawab: entah, aku tidak tahu berapa kali aku khatam, sudah banyak, aku tidak ingat. Jadi jawaban temanmu tadi salah, mungkin dia kurang paham apa itu khatam. Khatam itu adalah ketika kita sudah menamatkan 30 juz ayat suci al-qur’an dan membaca doa khatam”. Sejak aku menemukan jawaban itu aku berusaha untuk bisa khatam mengejar ketertinggalanku sebagai remaja muslimah.
Setelah aku berumur 17 tahun 25 hari di tanggal 31 Desember pukul 23:12 aku berhasil khatam al-qur’an untuk yang pertama kalinya buat mengejar ketertinggalanku sebagai remaja muslim/muslimah yang sudah pernah khatam. Tapi bagiku ini ISTIMEWA. Akhirnya aku khatam Al-qur’an.

SELESAI