MASIH DENGANMU
PART 1
Ya inilah aku dengan segala
kekuranganku. Namaku Kirana, aku sering di panggil dengan sebutan Ana. Aku
mempunyai mimpi akan bersanding di pelaminan dengan orang yang ku cintai, Fahryan.
Fahryan adalah teman sekolahku dulu, pernah menjalin cinta denganku namun
kandas di tengah jalan. Aku juga mempunyai mimpi menjadi seorang dokter gigi
seperti saat aku bersama Fahryan. Sungguh mimpiku ada dalam lembaran-lembaran cinta Fahryan.
Tapi mimpiku yang kedua takkan bisa
jadi nyata, aku bukanlah seorang yang cerdas pemikirannya. Gigiku juga tak
begitu bagus. Aku kalah tes dari sekian ribu calon dokter gigi. Tapi taka pa mungkin
Tuhan punya rencana lain untuk masa depanku. Dan satu mimpiku lagi yang entah
apa kabarnya, bersanding di pelaminan dengan Fahryan.
Kadang aku berfikir kapan aku
berjumpa Fahryan lagi. Aku tak tahu keberadaannya setelah dua tahun belakangan
ini. Fahryan benar-benar pergi jauh dariku ketika tahu bahwa aku masih
mencintainya. Satu kata yang ku ingat dari bibir Fahryan “Cinta tidak bisa di
paksa, coba cintailah orang yang mencintaimu”. Rasanya aku ingin berteriak
sekencang-kencangnya. Sungguh aku sangat mencintaimu, Fahryan.
Saat ini aku menjabat sebagai manajer
perhotelan di salah satu hotel ternama di kotaku. Sejak aku gagal menjadi
seorang dokter gigi, aku beralih jurusan perhotelan. Aku tidak menyesal dengan
apa yang terjadi padaku, karena ku tahu semua ini adalah kehendak Tuhan. Aku
hanya bisa menjalaninya dan berharap semua kan indah pada waktunya.
Siang ini sangat terik, hampir membakar
seluruh kulit kuning langsatku. Di kejauhan aku melihat seorang wanita sebaya
denganku sedang terburu-buru dan sepertinya hendak mengarah ke hadapanku. Aku semakin bingung siapa wanita bertubuh tinggi dan langsing itu, sepertinya
aku pernah mengenalnya. Dengan nafas yang terengah-engah dia langsung memelukku tanpa melihat raut
wajahku yang kebingungan.
“Ana, Ana kan? Ana aku kangen
banget sama kamu?” Sapanya terburu-buru.
“Emmmmm…” Aku pun mulai
mengingatnya pelan-pelan.
“Ana ini aku, Arifka.. Ifka loh
Ana, teman SMP masa gak ingat?” sahutnya semakin heboh.
“Ya ampun Ifka yang dulunya gemuk
terus pendek itu ya? Hahaha”
“Tega banget sih Na, itukan dulu
beda dong sama yang sekarang” sambung Ana sambil memperlihatkan modelingnya.
“Hahaha, iya iya deh. Pangling loh
aku. Makin cantik aja sekarang ya semenjak jadi pramugari” ejekku.
“Apaan sih An, biasa aja deh”
“Ohya, ngomong-ngomong Ifka ngapain
kemari?”
“Aku ada interview kerja nih”
“Loh kok interview? Bukannya
pramugari?”
“Aduh An, maaf banget aku lupa
bilangnya. Aku udah nika An”
“Nikah? Kapan?” aku mulai
penasaran.
“Setahun yang lalu. Maaf ya gak
sempat ngundang, soalnya aku menikah di Negara Perancis. Tapi suamiku orang
Indonesia. Dia ditugaskan disana waktu itu. Jadi sekarang dia udah pindah
tugas, kamu tahulah pramugari kalau sudah menikah kan gak bisa jadi pramugari
lagi”
“Ya terus suami mu mapan kan, kok
malah Ifka kerja lagi?”
“Aduh Kirana ku sayang, aku tuh gak
bisa diem aja jadi ibu rumah tangga. Kamu taulah aku hobi travelling. Lagian
suami ngizini aku kerja kok, jadi aku ngelamar deh. Lagian aku juga gak lupa
buat masakin makanan buat dia. Sisa kerjaan sama pembantu aja.”
“Iya deh iya”
“Oh ya, Ana sudah menikah belum? Oh
ya An si mantanmu itu Fahryan mau nikah loh minggu depan? Calonnya itu cantik
banget kayak aku, hehehe” sambung Arifka.
“Fahryan? Nikah? Minggu depan?”
Aku sontak kaget mendengar
pernyataan Arifka terhadapku. Fahryan, pria yang ku tunggu selama lebih 4 tahun
kini akan menikah. Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan. Apa yang akan ku katakan
di hadapan Arifka. Bantu aku Tuhan, bantu aku. Aku ingin berteriak. Tidak
mungkin Bidadaraku menikah dengan orang lain. Bukan aku. Lalu impianku?
Haruskah kandas. Tolong aku Tuhan, tegarkan aku,
“Hello Ana”
“E….ehhh iya iya. Aku…… aku belum
nikah kok. Belum ada yang cocok. Masalah Fahryan mau nikah selamat deh aku
seneng dengernya.
“Bagus deh, oh ya nih undangannya.
Kita ntar pergi bareng ya, soalnya suami masih sibuk katanya”
“E….ehhhh…. Gimana ya kayaknya aku
sibuk banget banyak kerjaan”
“Kamu tuh kan manajer, masa izin
sebentar gak bisa. Sekali seumur hidup loh Fahryan nikah. Masa kamu gak mau
menyaksikan pernikahannya. Manatau ntar disana kamu ketemu jodoh An.
“Iya ya deh ntar aku fikirin lagi,
oh iya masuk yuk panas”
***
^_^
MAU TAHU KISAH SELANJUTNYA? DI TUNGGU AJA YA GUYS…….. ^_^
