Jumat, 20 November 2015

CINTA HARUS PULANG



Setiap hubungan pasti memiliki banyak suka duka. Manusia di seluruh muka bumi ini pasti memiliki banyak rintangan juga kejutan-kejutan istimewa dalam suatu hubungan, baik hubungan keluarga, hubungan pertemanan maupun hubungan percintaan. Tak ada yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi di keesokan hari. Itulah yang terjadi pada Rina, Rina adalah seorang mahasiswi fakultas ekonomi di salah satu universitas yang ada di kota Medan dan sedang menjalani semester akhir. Selain berkuliah, Rina juga bekerja di sebuah toko kue yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Sudah 3 tahun lamanya ia menjalin cinta dengan seorang pria bernama Dito, mahasiswa fakultas psikologi dan bekerja sebagai cleaning servis di salah satu mall ternama.
            Tak akan ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya. 3 tahun lamanya menjalin hubungan percintaan bukanlah hal yang sulit bagi pasangan Rina dan Dito. Mereka menjalani hari-hari mereka dengan penuh canda tawa, mereka selalu berbagi suka dan duka. Meski pekerjaan kekasihnya tak seperti yang lain tak jadi halangan bagi Rina, Rina selalu menerima Dito karena baginya Dito mampu memberikan kebahagiaan pada dirinya, iapun selalu berjanji akan selalu menemani Dito sampai ia sukses dikemudian hari.
            Tak pernah terbesit sedikitpun di hati Rina untuk mencari pria lain hingga akhir sarjana. Setelah wisuda berakhir Rina tak lagi bekerja di toko kue dan Dito masih bekerja di tempat lamanya, Rina dan Dito merintis usaha mereka yang dinamai “Rindi Bakery”. Meski sedang merintis usaha, Rina tak terlalu memprioritaskan toko kue mereka, ia tetap mencari pekerjaan di perusahaan. Sedangkan Dito sibuk merintis toko mereka sembari masih bekerja dan terkadang mengisi acara-acara motivasi di berbagai tempat untuk menambah modal toko kue mereka.
            2 bulan berlalu, akhirnya Rina mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan property dan menjabat sebagai administrasi kantor. Karena saling sibuk satu sama lain, mereka jadi jarang bertemu dan Rina tak lagi melihat perkembangan usaha mereka. Di kesibukan yang semakin padat, Rina sering pulang bersama Beny, manajernya. Setiap siang Rina dan Beny sering makan bersama, bercanda tawa bahkan Beny seringkali memberikan hadiah kepada Rina. Terpesonalah Rina dengan pesona beny yang begitu tampan dan gaya yang sangat menggoda hati para wanita.
            “Saya antar pulang ya!” ajak Beny pada Rina.
            “ Tidak usah pak, saya bisa pulang sendiri kok,” jawab Rina menolak.
            “Gak baik lho gadis secantik kamu ini pulang sendiri, mari saya antar.” ajak Beny lagi sembari menarik manja tangan Rina masuk ke dalam mobilnya.
Rina yang tersipu malu tak dapat menolak ajakan Beny dan mengikuti ajakan manajer tampan itu. Di malam hari ditemani bintang-bintang dan bulan sabit mewakili perasaannya. Ia merasa bahwa ia telah jatuh cinta dengan manajernya itu. Setiap malam mereka berkirim-kirim pesan, foto bahkan suara-suara mereka lewat aplikasi Blackberry Messanger hingga ia enggan membalas pesan dari Dito yang sangat merindukannya. Rina begitu terbuai oleh sikap dan pesona Beny, ia sangat bahagia menerima semua hadiah pemberian Beny sampai ia lupa pada Dito.
Sebulan berlalu, hubungan Rina dan Dito semakin jauh dan tak lagi mesra seperti selama 4 tahun terakhir. Manajer Rina yang selalu ada untuk Rina pun mencoba mencuri hatinya. Meski ia tahu bahwa Rina sudah memiliki pacar namun ia tak berhenti untuk mengejar hati Rina. Berbagai cara ditempuhnya bahkan cara yang buruk sekalipun.
“Saya tau kamu sudah punya pacar, tapi bukankah pacarmu itu belum mapan seperti saya?” kata Beny.
“Saya tau pak, tapi apa yang bisa saya lakukan?” jawab Rina dengan polosnya.
“Tinggalkan saja dia Rin, saya janji akan membuatmu bahagia, saya akan selalu ada untukmu. Saya mapan Rin, saya bisa beri segalanya untukmu, saya juga akan menikahimu secepatnya,” sambung Beny dengan janji-janji manisnya.
“Benarkah? Apa bapak mencintai saya?” sahut Rina lagi dengan wajah yang begitu serius.
“Tentu saja, saya sangat mencintaimu, kamu mau jadi pacar saya?” Beny mulai menggenggam tangan Rina dengan begitu romantisnya.
Malam itu berakhir dengan bunga cinta di hati Rina, kenangan tentang Dito tersingkir oleh pesona Beny. Di malam itu juga Rina memutuskan Dito dengan pesan singkat dari aplikasi BBMnya.
Rina
aku mau kita putus!
Dito
jangan gitu dong sayang, maaf ya aku jarang ada buat kamu, besok kita ketemu yah, ada yang mau aku omongin sama kamu.
Rina
Lupain aku Dito, aku gak bisa lagi sama kamu, aku udah bahagia sama oranglain, orang yang lebih kaya dari kamu. Jadi lupain aku!
Dito
Hanya karena kekayaan kamu ninggali aku? Kamu lupa sama janji kita? Apa gak bisa kita bicarakan baik-baik hubungan kita? Kenapa langsung bertindak seperti ini?
Rina
sudahlah, lupakan aku.
            Seperti gemuruh petir menyambar habis hati Dito, Dito yang selama ini berusaha untuk merintis usaha “Rindi bakery” malah ditinggalkan begitu saja oleh Rina. Rina begitu gegabah dalam mengambil keputusan, ia begitu terbuai dengan kekayaan dan ketampanan Beny. Bahkan tak sekalipun ia memikirkan perasaan Dito yang hangus karena ulahnya dan tak pernah lagi membantu Dito dalam merintis usahanya. Ia bahkan lupa bahwa ia juga bagian dari “Rindi bakery” dan ia begitu lupa semua kisah-kisah tentangnya bersama Dito.
            3 bulan berlalu, Beny mulai tak perhatian lagi terhadap Rina. Rina begitu sedih dan sering murung di kantor bahkan ia tak berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaannya. Seringkali Beny meninggalkan Rina pulang sendiri bahkan Beny sering lupa dengan janji untuk jalan bersama dengan alasan yang tak pernah masuk akal. Beny tak pernah lagi memberikan hadiah ataupun kejutan istimewa pada Rina. Entah apa yang terjadi, Rina samasekali tak mengerti.
            Di keheningan malam, tiba-tiba saja Rina merindukan Dito, sesekali ia melihat gambar Dito yang masih tersimpan rapi di album foto miliknya. Begitu banyak gambar mereka di album foto Rina, begitu kental kian menyiksa rindu yang ada di hati Rina. Kenangan tentang Dito mulai menyelinap kembali di kepala Rina. Di mulai dari pertama jatuh cinta pada Dito bahkan pahit manis menjalani cinta kasih bersama Dito. Di balik bayang-bayang Dito yang selalu menghantuinya, bayang-bayang Beny juga menyelinap dikepala Rina, ia masih saja bingung apa yang terjadi pada Beny.
            Langit gelap malam berubah menjadi terang dan terik seperti hendak membakar tubuh. Rina membuat janji dengan Beny di sebuah cafe, dengan langkah gontai Rina mulai memasuki cafe tempat yang mereka janjikan. Betapa terkejutlah Rina dengan penampakan yang ada di hadapannya. Ia melihat Beny bercumbu mesra dengan dua gadis berpakaian mini di dalam cafe itu. Begitu kecewa hati Rina terhadap Beny.
            “Jadi selama ini kamu selingkuh?” tanya Rina dengan wajah kecewanya.
            “Baguslah kalau kamu sudah tau, kamu fikir aku mau bersama orang yang sok polos seperti kamu? Kamu kira aku tahan sama cewek kayak kamu itu,” jawab sadis Beny dengan wajah bengisnya.
            “Maksud kamu apa?” Rina mengerutkan dahinya.
            “Aku tidak tahan dengan prinsipmu itu, berciuman saja kamu tidak mau, bagaimana mungkin aku bisa berlama-lama berpacaran denganmu, wanita sok suci! Sudah pergi saja sana sama mantanmu itu, hahaha, oh iya mana mungkin dia mau lagi denganmu, wanita penghianat! Rupanya kau bisa dibeli dengan uang,” sambung Beny mengejek.
            “Jaga mulutmu! Pria gila!” sahut Rina sambil menyiramkan air di wajah Beny dan pergi dari cafe itu. Beny hanya tertawa dengan kedua wanitanya.
            Tepat di dalam kamar, tiba-tiba kotak musik pemberian Dito berbunyi dan mulai bernyanyi “happy anniversary”, Rina terkejut sekali, ia baru ingat bahwa hari ini adalah hari jadinya yang keempat tahun bersama Dito. Rina menangis sejadi-jadinya, ia begitu menyesal telah meninggalkan Dito dan memilih laki-laki lain yang buruk. Ia sadar bahwa hanya Dito yang mampu menerima prinsip Rina, ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. Ia hanya bisa menangis dan membiarkan kotak musik itu bernyanyi hingga pagi hari.
            Di kantor, Rina begitu cepat menyelesaikan tanggung jawabnya dan menyiapkan surat pengunduran dirinya. Ia begitu mantap untuk mengundurkan diri dan bergegas meninggalkan kantor tempat ia bekerja selama 6 bulan. Teman dekat Rina di kantor menanyakan apa yang telah terjadi pada Rina sehingga ia bertekad untuk mengundurkan diri dari kantor, dengan wajah sedih dan airmata yang tak berhenti mengalir, Rina mulai menceritakan apa yang tengah terjadi padanya. Teman Rina yang mendengar cerita itupun turut sedih dengan semua yang terjadi pada Rina. Ia lalu menyarankan pada Rina untuk meminta maaf pada Dito dan mencoba membuka lembaran baru untuk kisah cinta mereka. Rina tersenyum kembali mendengar respon temannya itu, ia berterimakasih dan bergegas menemui Dito di toko kue “Rindi bakery”.
            Sesampainya di toko kue itu, terkejutlah Rina melihat toko kue itu berubah menjadi lebih besar. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam toko itu dan bergegas pulang kerumahnya. Ia juga takut kalau Dito akan mengejeknya ketika tahu ia telah dikhianati oleh Beny, ia juga tak ingin Dito menyangka bahwa ia hanya datang pada Dito ketika usahanya mulai berkembang dan di cap sebagai wanita materialistis. Rina memilih pergi berlibur ke Gunung Sibayak karena begitu penat dengan semua yang di alaminya. Sebelum ia pergi ia menulis pesan pada Dito lewat aplikasi BBMnya.
Rina
Hai Dito. Apa kabar? Sebelumnya aku minta maaf karena telah melukaimu. Sekarang aku pula yang terluka. Mungkin ini karma untukku. Aku menyadari bahwa kamu satu-satunya pria yang aku cintai. Tapi aku tak ingin merusak kebahagiaanmu sekarang. Semoga kamu bahagia ya disana, oh iya selamat atas keberhasilanmu. Semoga kamu bisa mendapatkan istri yang baik, bukan penghianat seperti aku. Selamat tinggal Dito.
            Setelah mengirim pesan itu, Rina langsung mematikan telepon selulernya dan bergegas menyiapkan barang-barangnya untuk berlibur. Ia meninggalkan telepon selulernya karena ia ingin benar-benar menenangkan dirinya selama beberapa hari. Rina berusaha untuk tetap tegar dalam menghadapi karma yang di alaminya dan berharap setelah pulang dari liburannya, ia akan kembali mampu menjalani hari-harinya dengan baik.
Sesampainya disana, Rina meletakkan barang-barangnya di penginapan dan bergegas naik ke gunung.  Tepat diatas gunung ia menjerit sekuat tenaga menghilangkan semua kepenatan yang ada difikirannya. Namun tiba-tiba ia mendengar suara yang tak asing lagi ditelinganya. Ternyata itu suara Dito.
“Sudah puas menjeritnya?” ujar Dito mengejutkan Rina dari belakang.
“Dito.......” Rina memasang wajah bingung, sesekali menampar pipinya agar sadar itu mimpi atau bukan.
“Aku sudah memaafkanmu, aku tahu kamu akan sadar akan perbuatanmu, aku selalu berdoa untuk keselamatanmu” sambung Dito.
Rina terdiam.
“Bagaimana mungkin kamu menyangka aku akan bahagia dengan wanita lain selain dirimu?” sambungnya lagi.
“Apa maksudmu?” tanya Rina begitu bingung.
“Aku hanya akan bahagia jika kamu yang menjadi pendamping hidupku, kita pacaran bukan setahun dua tahun, kamu yang selalu menemani aku di saat susah, sekarang di saat aku sudah senang apa kamu tidak ingin menemaniku?”
“Bukan aku tidak ingin menemanimu, aku hanya tidak ingin kamu merasa bahwa aku kembali padamu hanya karena uang. Biarkan aku seperti ini, biarkan dunia menghukumku atas perbuatanku terhadapmu,”
“Selama empat tahun hubungan kita, kamu hanya buat satu kesalahan. Sedangkan aku? Aku banyak membuat kesalahan terhadapmu, aku belum bisa membahagiakanmu, selama dua tahun berpacaran denganku, bukankah kau satu-satunya wanita yang rela jalan kaki bersamaku sampai aku mempunyai sepeda motor sendiri untuk pertama kalinya? Kamu ingat? Aku tak akan pernah lupa semua pengorbanmu terhadapku ketika aku susah,” airmata Dito tak dapat lagi terbendung. Rina tak bisa menjawab apapun, ia hanya ikut menangis bersama Dito. “Maukah kau menjadi istriku?” tanya Dito sambil memegang kedua pipi Rina.
“Aku sudah menghianatimu Dito, aku bukan wanita yang setia,”
“Maukah kau menjadi istriku?” Dito mengulangi pertanyaannya lagi.
“Aku sudah tega meninggalkanmu karena lelaki kaya, aku wanita jahat, aku tidak pantas untukmu,” sahut Rina lagi.
“Aku hanya bertanya padamu, maukah kamu menjadi istriku?”
“Aku mau Dito, aku sangat mencintaimu.” Rina memeluk Dito dengan erat, mereka saling rindu satu sama lain. Airmata bahagia mengalir dipipi mereka.
Begitulah cinta, mampu menerima kekurangan satu lain dan mampu memaafkan kesalahan meski kesalahan yang begitu menyakitkan. Kebahagiaan bukan diukur dari banyaknya uang dan cinta tak mungkin berhenti hanya karena penghianatan nafsu belaka. Hubungan tak selamanya berjalan mulus, ada lika-liku didalamnya. Memaafkan adalah cara paling ampuh untuk memperbaiki cinta. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari, untuk itu cinta harus pulang, karena cinta tahu kemana dia harus kembali.


SELESAI

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen “Pilih Mana: Cinta atau Uang? #KeputusanCerdas yang di selenggarakan oleh www.cekaja.com dan Nulisbuku.com

Selasa, 08 September 2015

Untuk seorang yang sudah menghancurkan hubunganku.

Hai kamu.
Kamu ingat pertama kali kita bertemu, ya saat itu aku telah menyukai indah paras dan senyummu.
Kamu tau berapa lama aku mencoba memahamimu dan memahami apa sebenarnya yang aku rasakan terhadap dirimu.
Perlahan, aku mencoba mendekatimu. Walau pada akhirnya tak sedikitpun kau menoleh padaku.
Tapi disisi lain ..
Ada seorang yang baru datang di kehidupanku, memberiku senyum yang tak terhingga dengan segala macam canda dan tawanya.
Dia yang selalu menghiburku di kala aku sedih.
Dia yang selalu mendukungku dan berusaha agar kamu paham atas perasaanku.
Dia yang percaya bahwa suatu hari nanti kamu pasti bisa mencintaiku.
Bertahun-tahun ku rasakan perasaan yang tak bisa ku pahami hingga akhirnya aku tahu bahwa kamu tak pernah suka padaku.
Dan bertahun-tahun pula dia slalu ada menemani hari-hariku.
Kamu tau? Sejak ada dia duniaku berubah. Dan akhirnya persahabatanku dengannya berubah menjadi sepasang kekasih.
Setiap hari dia selalu menghiburku dan tak pernah sekalipun melukaiku.
Dia selalu membantuku bukan hanya memberikan motivasi padaku.
Suatu hari tiba-tiba kamu datang mendekatiku.
Aku masih merasa baik-baik saja.
Setiap hari kamu mengantarku pulang dan mengajakku jalan-jalan.
Betapa bodohnya aku mau mengikuti ajakanmu.
Dia disana tidak pernah merasa ada yang berbeda dengan kita dan akupun merasa bahwa kamu masih menganggapku teman biasa.
Semua ku rasa baik-baik saja sebelum kamu datang melamarku di hadapan banyak orang.
Di hadapan banyak orang tepat di hari ulangtahunku pula kamu melamarku.
Aku rasa semua akan baik-baik saja, aku menolakmu dan memilih untuk bersahabat saja denganmu.
Aku tak menyalahkanmu akan hal ini, entah siapa yang tega memotret gambar kita saat itu dan memberinya pada kekasihku.
Kamu tahu saat itu aku sangat mencintai kekasihku.
Aku sangat menunggunya untuk melamarku.
Sejak kejadian itu, aku tak pernah bisa menghubunginya lagi sampai aku tahu alasan mengapa dia tiba-tiba meninggalkanku.
Berkali-kali aku mencoba untuk menghubunginya.
Tapi tak pernah bisa.
Aku tak menyalahkannya tak mempercayaiku.
Karena mungkin bila aku di posisinya, aku juga akan sangat kecewa.
Di kedua gambar potret itu aku sedang tersenyum di kala kamu memberiku kejutan berupa kue dihadapan orang banyak.
Tapi faktanya aku hanya senang di beri kejutan, bukan berarti aku mencintaimu.
Potret yang kedua di kala kamu memberiku cincin untuk melamarku yang faktanya wajah bingungku hanya menunjukkan bahwa aku bingung atas perbuatanmu.
Aku tak menyalahkannya meninggalkanku.
Mungkin dia mengira aku dan kamu sudah mengkhianati kepercayaannya karena sebelumnya kita sangat dekat sekali.
Bertahun-tahun aku mencari dirinya, berkali-kali aku mencoba menulisinya surat, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Tapi..
Aku tak tahu dimana tujuan surat yang akan ku kirimkan padanya.
Aku sudah benar-benar kehilangan jejaknya.
Kini aku sudah berumur 29 tahun.
Terakhir aku berkomunikasi dengannya umur 25 tahun.
Berarti sudah 4 tahun aku tak bertemu dengannya dan kamu sudah menikah 2 tahun yang lalu.
Dan selama itupun tak ada yang bisa menggantikannya dalam hatiku.
Dan pada akhirnya aku bertemu dengannya kembali.
Kamu fikir aku bahagia?
Kamu fikir aku akan menikah dengannya?
Tidak, kamu salah.
Justru dia datang bersama wanita lain.
Dia memberiku surat undangan pernikahannya.
Dia mengundangku dengan sejuta senyum bahagia.
Kamu tahu betapa hancurnya hatiku?
Dan bagaimana mungkin aku menjelaskan kejadian 4 tahun lalu.
Andaikata dia tahu, dia pasti akan tetap memilih wanita itu.
Karena aku tak ada lagi dalam hatinya, yang ada hanya wanita itu.
Sekarang, apa yang harus kulakukan lagi?
Bagaimana mungkin aku menghancurkan kebahagiaannya dan wanita itu.
Kamu tahu betapa rapuhnya aku saat ini?
Kini aku bagai tak bernyawa lagi.
Aku tak tahu apa lagi yang bisa mengobati hatiku.
Aku rapuh sekali, apa pernah kamu tahu?
Ingin sekali rasanya menggagalkan pernikahannya.
Ingin sekali rasanya ku obrak abrik pesta pernikahannya itu.
Mudah saja untuk mengatakan pada semua orang bahwa aku sangat dan sangat mencintainya.
Tapi..
Sebab aku mencintainyalah maka aku tak pernah berani melenyapkan senyumnya.
Senyum yang dulu aku nikmati kini dinikmati oleh oranglain yang sah menjadi istrinya.
Lalu bagaimana denganku?
Begitu banyak memang pria lain yang menghampiriku.
Namun tak ada satupun yang dapat mencintaiku seperti cintanya yang dulu.
Tak ada yang bisa menggantikannya dalam hati dan kehidupanku.

Ya, yang harus kamu tahu saat ini.
Aku sangat rapuh akibat ulahmu dulu.
Walau kini mau tak mau aku harus meyakinkan diriku bahwa dia bukan jodohku.
Bahwa mungkin dengan begitu dia mampu untuk meninggalkanku dan menemukan jodohnya.
Mungkin dengan ini jalannya.
Dengan membuat aku yang terluka.
Lukanya mungkin tidak sepedih lukaku karena yang dia rasakan tidak seperti apa yang terjadi.
Andai dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Andai dulu dia tak pergi meninggalkanku begitu saja.
Ingin sekali aku mengatakannya, sangat ingin sekali.
Maaf aku telah mengganggumu.
Hanya saja pedih ini tak bisa ku simpan lebih lama lagi.
Aku hanya bisa berbagi pedih ini denganmu.
Dan tak mungkin dia ku beri tahu.
Baiklah, terimakasih atas semua yang pernah kamu lakukan padaku.
Selamat tinggal.



"8 September 2015" by Yunizara Pangaribuan.

Jumat, 12 September 2014

MASIH DENGANMU



MASIH DENGANMU

PART 1

Ya inilah aku dengan segala kekuranganku. Namaku Kirana, aku sering di panggil dengan sebutan Ana. Aku mempunyai mimpi akan bersanding di pelaminan dengan orang yang ku cintai, Fahryan. Fahryan adalah teman sekolahku dulu, pernah menjalin cinta denganku namun kandas di tengah jalan. Aku juga mempunyai mimpi menjadi seorang dokter gigi seperti saat aku bersama Fahryan.  Sungguh mimpiku ada dalam lembaran-lembaran cinta Fahryan.

Tapi mimpiku yang kedua takkan bisa jadi nyata, aku bukanlah seorang yang cerdas pemikirannya. Gigiku juga tak begitu bagus. Aku kalah tes dari sekian ribu calon dokter gigi. Tapi taka pa mungkin Tuhan punya rencana lain untuk masa depanku. Dan satu mimpiku lagi yang entah apa kabarnya, bersanding di pelaminan dengan Fahryan. 

Kadang aku berfikir kapan aku berjumpa Fahryan lagi. Aku tak tahu keberadaannya setelah dua tahun belakangan ini. Fahryan benar-benar pergi jauh dariku ketika tahu bahwa aku masih mencintainya. Satu kata yang ku ingat dari bibir Fahryan “Cinta tidak bisa di paksa, coba cintailah orang yang mencintaimu”. Rasanya aku ingin berteriak sekencang-kencangnya. Sungguh aku sangat mencintaimu, Fahryan.

Saat ini aku menjabat sebagai manajer perhotelan di salah satu hotel ternama di kotaku. Sejak aku gagal menjadi seorang dokter gigi, aku beralih jurusan perhotelan. Aku tidak menyesal dengan apa yang terjadi padaku, karena ku tahu semua ini adalah kehendak Tuhan. Aku hanya bisa menjalaninya dan berharap semua kan indah pada waktunya.

Siang ini sangat terik, hampir membakar seluruh kulit kuning langsatku. Di kejauhan aku melihat seorang wanita sebaya denganku sedang terburu-buru dan sepertinya hendak mengarah ke hadapanku.  Aku semakin bingung siapa wanita bertubuh tinggi dan langsing itu, sepertinya aku pernah mengenalnya.  Dengan nafas yang terengah-engah dia langsung memelukku tanpa melihat raut wajahku yang kebingungan. 

“Ana, Ana kan? Ana aku kangen banget sama kamu?” Sapanya terburu-buru.

“Emmmmm…” Aku pun mulai mengingatnya pelan-pelan.

“Ana ini aku, Arifka.. Ifka loh Ana, teman SMP masa gak ingat?” sahutnya semakin heboh.

“Ya ampun Ifka yang dulunya gemuk terus pendek itu ya? Hahaha” 

“Tega banget sih Na, itukan dulu beda dong sama yang sekarang” sambung Ana sambil memperlihatkan modelingnya.

“Hahaha, iya iya deh. Pangling loh aku. Makin cantik aja sekarang ya semenjak jadi pramugari” ejekku.

“Apaan sih An, biasa aja deh”

“Ohya, ngomong-ngomong Ifka ngapain kemari?”

“Aku ada interview kerja nih”

“Loh kok interview? Bukannya pramugari?”

“Aduh An, maaf banget aku lupa bilangnya. Aku udah nika An”

“Nikah? Kapan?” aku mulai penasaran.

“Setahun yang lalu. Maaf ya gak sempat ngundang, soalnya aku menikah di Negara Perancis. Tapi suamiku orang Indonesia. Dia ditugaskan disana waktu itu. Jadi sekarang dia udah pindah tugas, kamu tahulah pramugari kalau sudah menikah kan gak bisa jadi pramugari lagi”

“Ya terus suami mu mapan kan, kok malah Ifka kerja lagi?”

“Aduh Kirana ku sayang, aku tuh gak bisa diem aja jadi ibu rumah tangga. Kamu taulah aku hobi travelling. Lagian suami ngizini aku kerja kok, jadi aku ngelamar deh. Lagian aku juga gak lupa buat masakin makanan buat dia. Sisa kerjaan sama pembantu aja.”

“Iya deh iya”

“Oh ya, Ana sudah menikah belum? Oh ya An si mantanmu itu Fahryan mau nikah loh minggu depan? Calonnya itu cantik banget kayak aku, hehehe” sambung Arifka.

“Fahryan? Nikah? Minggu depan?”

Aku sontak kaget mendengar pernyataan Arifka terhadapku. Fahryan, pria yang ku tunggu selama lebih 4 tahun kini akan menikah. Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan. Apa yang akan ku katakan di hadapan Arifka. Bantu aku Tuhan, bantu aku. Aku ingin berteriak. Tidak mungkin Bidadaraku menikah dengan orang lain. Bukan aku. Lalu impianku? Haruskah kandas. Tolong aku Tuhan, tegarkan aku,
“Hello Ana” 

“E….ehhh iya iya. Aku…… aku belum nikah kok. Belum ada yang cocok. Masalah Fahryan mau nikah selamat deh aku seneng dengernya. 

“Bagus deh, oh ya nih undangannya. Kita ntar pergi bareng ya, soalnya suami masih sibuk katanya”

“E….ehhhh…. Gimana ya kayaknya aku sibuk banget banyak kerjaan”

“Kamu tuh kan manajer, masa izin sebentar gak bisa. Sekali seumur hidup loh Fahryan nikah. Masa kamu gak mau menyaksikan pernikahannya. Manatau ntar disana kamu ketemu jodoh An.

“Iya ya deh ntar aku fikirin lagi, oh iya masuk yuk panas”

***
            ^_^ MAU TAHU KISAH SELANJUTNYA? DI TUNGGU AJA YA GUYS…….. ^_^

Rabu, 25 Juni 2014

SHALAT HAJAT


Shalat Hajat adalah shalat sunah yang dilakukan karena ada suatu hajat, agar hajat dikabulkan Allah SWT, Banyak cara yang dilakukan diantaranya adalah berdoa dan shalat. Shalat Hajat merupakan cara yang lebih spesifik untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan segala hajat, karena arti shalat secara bahasa adalah doa.
Firman Allah:"Dan mintalah pertolonganlah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat " ( Al Baqarah : 45 ).


Sabda Nabi saw: "Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat" ( HR.Ahmad ).


Shalat sunnat Hajat ini dilakukan sedikitnya 2 rakaat atau lebih dengan 1 salam setiap 2 rakaatnya, mengenai waktunya boleh dikerjakan pada siang atau malam hari, namun yang lebih utama bila dikerjakan pada sepertiga malam atau malam hari atau setelah melakukan sholat wajib dan sholat tahajud.


Cara melakukan sholat Hajat :

1.  Niat sholat Hajat :
                             “Ushallii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala”

     Artinya : “Aku niat sholat sunah hajat dua rakaat karena Allah ta’ala”


     2. Takbiratul Ihram (Allahu akbar), lalu membaca doa Iftitah, dilanjutkan dengan surat Al Fatihah kemudian membaca salah satu surat di dalam Al Quran, namun lebih baik membaca Ayat kursi pada atau sabbihisma pada rakaat pertama. Al-Ikhlas pada rakaat kedua. 


3. Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali

      4. I’tidal sambil membaca bacaannya

      5.   Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali

     6. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya

      7. Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.

      8.  Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir. Setelah selesai maka membaca salam. Jika dilaksanakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyahhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.  

           9. Setelah salam, lalu duduk dengan khusyu’ sambil membaca istighfar 100 kali.

    10. Selesai membaca istighfar dilanjutkan dengan membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali.


1  11. Setelah itu sampaikanlah segala hajat kita pada Allah.

      12. Kemudian baca doa ini :



ARTINYA: Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha suci Allah Tuhan Pemelihara Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. KepadaMu aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu dan sesuatu yang mendatangkan keampunanMu, serta terpeliharanya dosa-dosa, memperoleh kebaikan pada tiap-tiap dosa, janganlah Engkau tinggalkan dosa pada diriku, melainkan Engkau ampuni, dan kesusahan, melainkan Engkau beri jalan keluarnya, dan tidak pula suatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


                                    Shalat hajat ini hendaknya dilakukan sampai tujuh malam sehingga dengan demikian Insya Allah akan dikabulkan hajat kita oleh Allah SWT. Amin yaa rabbal alamin.